Showing posts with label mEdiC^bEsT. Show all posts
Showing posts with label mEdiC^bEsT. Show all posts

Jul 20, 2011

2011 Updated ACLS Guidelines


The American Heart Association has updated the ACLS guidelines over the past few years. Here is a quick summary the new changes in th 2011 guidelines:

Circulation, Circulation, Circulation


No more mouth to mouth CPR . This was changed in 2008, but it is being re-emphasized. If you see someone down in the parking lot, ask them if they are ok, if they don't respond, just start chest compressions. NO mouth to mouth. No more "look, listen, and feel" for breathing. Just start compressions. This doesn't apply to hospitalized patients or ER patients. In the hospital, you can have someone bag them right away and intubate them. You don't have to ignore airway. Now it's CAB, instead of ABC. (Chest compressions, airway, breathing). If they aren't getting compressions, they aren't circulating blood, and their brain is dying quickly. Rate should be 100/minute. Good, deep, hard compressions. Minimize interuptions in chest compressions as much as possible. Don't delay shock.

De-emphasize Drugs, Devices, and other Distracters

Advanced airways, central lines, and drug delivery should not interupt chest compressions. The new guidelines focus on things that improve survival.... ie chest compressions.

Atropine is gone.

Atropine is no longer part of ACLS protocols at all. If they are slow or bradycardic, epinephrine will work just fine. Use an epinephrine drip or dopamine drip if needed.

Bicarbonate is out.

Bicarbonate is no longer part of ACLS protocol (Removed in 2005). Sure, if you think someone has overdosed on a TCA, then fine, but that isn't a code siutation.

Procainamide is first for STABLE VTach.

Stable means they have a pulse and are talking to you. If they are unstable, you are back to chest compressions, amiodarone 300mg IV push, and defibrillation.

Amiodarone is FIRST for UNSTABLE VTach.

This is still the number one drug for a patient that loses consciousness and begins to crash with VTach. 300mg IV push.

Lidocaine is out.

Lidocaine for unstable VTach has been removed.

Post Arrest Care

New section has been added on post arrest care, including infusion of 2 Liters of cold (0F/32C degree) normal saline.

No tPA for HTN Emergency.

If a patient presents with confusion and an elevated BP (>200/110), get the BP down. HTN encephalopathy can be confused with TIA/CVA. Don't give tPA until you know what the patient really has. Confusion is not a stroke in progress.

15 Special situations.

There are 15 special new situations and algorithms. Take a look at them. Pregnancy, stroke, PE, etc.

More information:

http://www.heart.org/HEARTORG/​CPRAndECC/HealthcareTraining/A​dvancedCardiovascularLifeSuppo​rtACLS/Advanced-Cardiovascular​-Life-Support-ACLS_UCM_001280_​SubHomePage.jsp

Jan 12, 2011

2 tahun!

Segalanya bermula di sini..


SATU



DUA 



TIGA



EMPAT



 LIMA



ENAM



TUJUH



LAPAN



SEMBILAN



SEPULUH



SEBELAS



DUA BELAS



TIGA BELAS



EMPAT BELAS



Buah cempedak di luar pagar,
Ambil galah tolong tunjukkan,
Saya budak baru belajar,
Kalau salah tolong tunjukkan.



sampai kita berjumpa lagi~


Note : Photo editting sangat cincai, di celah kesibukan menjelang ujian. Doakan kajayaan saya~



Oct 17, 2010

On Call:.

5.31 petang, 16 Oktober 2010
ICU, Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo
(tempat yang mengajar aku untuk sentiasa ALERT!)

Aku sedang khusyuk menelaah artikel tulisan Prof. A. Husni Tanra : Nyeri Suatu Rahmat Sekaligus Sebagai Tantangan. Tiba-tiba, semua lampu terpadam. Seluruh ruangan menjadi gelap. Bekalan elektrik terputus, entah untuk ke berapa kalinya. Mesin-mesin ventilator, syringe pump dan monitor terpekik-pekik minta asupan elektrik. Tanpa elektrik, tidak mungkin mereka dapat berfungsi. Sedangkan kerja mereka sangat penting buat pesakit-pesakit yang terlantar lemah di setiap katil.

Mujurlah hanya beberapa saat. Mungkin tidak sampai pun 15 saat. Lampu kembali menyala. Mesin-mesin yang tadinya ‘gelisah’ kembali tenang. Tapi aku masih mendengar bunyi alarm syringe pump. Tercari-cari mana satu yang berbunyi, kerana kesemua 14 pesakit di ICU hari ini memakai syringe pump, dan setiap mereka ada yang memerlukan 2 atau malah 3 buah syringe pump!

Oh, pesakit di ruang VIP 2 yang berbunyi.

Aku melangkah masuk. Menekan tombol STOP. Tapi tidak berhasil. Masih saja berbunyi dan membingitkan telinga. Tekan lagi. Bunyi lagi. Akhirnya aku memanggil perawat yang berhampiran. Mereka lebih arif tentang peralatan-peralatan di sini.

Bapak perawat datang, menekan suis utama. OFF. Mesin syringe pump yang berisi KCl (Potassium Chloride) itu kembali dinyalakan. Syringe pump adalah alat elektrik yang dapat mengatur jumlah cairan atau ubat yang masuk. 

 
Ini model syringe pump yang di pakai di sini


Berapa tadi dok?

Em, 10 kalau nda salah” menjawab, tapi ragu-ragu. Aku melihat angka 10 sebelum mesin tersebut dimatikan. 10 bermaksud 10cc / jam. Er, tapi betul ke?

Aku membelek medical record pesakit ini. Biasanya doktor mencatat setiap ubat dan cairan yang diberikan pada pesakit.

Oh, tidak pak. Cuma 5.8..

Selesai.

Tapi aku terfikir, kenapa pesakit ini diberi KCl. Biasanya syringe pump di ICU selalu ditempati oleh ubat-ubat penahan sakit (analgesia) seperti fentanyl dan ubat tidur (sedation) seperti midazolam. Tapi pesakit ini mendapat KCl, bererti beliau dalam kondisi hipokalemia.


HIPOKALEMIA

Hipo bererti rendah. Kalemia mewakili kadar kalium (K+) dalam darah. Bermaksud, hipokalemia adalah rendahnya kadar kalium dalam darah pesakit tersebut.

Di pelajaran biologi tingkatan 4 dulu, aku tahu bahawa kalium adalah salah satu nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Ia adalah elektrolit yang penting terutama bagi otot-otot untuk bekerja. Meskipun keperluan kalium sangat sedikit (1-2mg/kg), namun kekurangannya dalam tubuh dapat menyebabkan kematian!

Kenapa? Kerana organ yang paling penting datam tubuh kita memiliki otot, dan ototnya sangat memainkan peranan dalam menjalankan fungsinya. Itulah jantung. Tanpa kalium, penghantaran darah dari jantung ke seluruh tubuh tidak optimal sehingga dapat memberikan implikasi yang buruk pada seluruh jaringan dan sel tubuh.

Kenapa pesakit ini mengalami hipokalemia?

Banyak sebab dapat menyebabkan hipokalemia :
Terapi insulin (pada pesakit kencing manis), penggunaan ubat-ubat yang mengeluarkan kencing (diuresis), muntah-muntah, diare, penggunaan antibiotik tertentu, kelebihan vitamin B12, gangguan metabolisme tubuh dan sebagainya.

Akibat dari hipokalemia, degupan jantung akan mengalami perubahan. Kekuatan kontraksi ototnya melemah, iramanya juga dapat terganggu. Masalah pada jantung ini dapat dilihat dari pemeriksaan EKG di mana terdapatnya ST depresion, prolonged PR interval, increased amplitude P wave, increasing prominent U wave dan progressive flattening T wave.

EKG normal




Pada penurunan kadar kalium yang lebih banyak, terjadi pula kelemahan dari tangan dan kaki. Boleh jadi, pesakit tidak dapat menggerakkan anggota geraknya sama sekali. Organ dalaman juga mengalami masalah kerana di sana juga terdapat otot. Usus juga menjadi 'lemah' untuk mengeluarkan kotoran, terjadi paralytic ileus. Kadar penghasilan urin (air kencing) bertambah. Kadar glukosa (gula darah) juga bertambah. Malah dapat terjadi kerosakan otak pada orang-orang yang hatinya bermasalah (note : organ hati, bukan hati nurani). Aduhai, besarnya implikasi akibat masalah yang ‘kecil’ ini~

Persoalan belum terjawab. Kenapa pesakit ini mengalami hipokalemia?

Setelah puas menelaah teori-teori tentang kalium dan hipokalemia, berbincang dan bertanya pada doktor, aku kembali mendekati pesakit tersebut.

Saya sudah bisa gerakkan tangan saya, dok” si pesakit terlebih dahulu menegurku sebaik saja aku melangkah masuk. Tersenyum senang. Gembira kerana nikmat yang sebelumnya ditarik telah dikembalikan.

Alhamdulillah, bagus itu pak,” aku kembali membalas senyuman. Senyuman seorang doktor kepada pesakitnya.

Pertamanya kenapa pak, sampai kita masuk ke rumah sakit?” sambil membuka helaian demi helaian di medical recordnya. Lagaknya seperti seorang doktor.

Saya diare, dok. Setelah periksa ke doktor, dia bilang saya harus masuk rumah sakit. Tapi kerna istri saya juga lagi di opname, jadi saya tundami dulu. Biar istriku keluar nanti baru saya masuk..

Ooo, jadi bapak hipokalemia kerana diare...

Saya diare terus, tapi baik-baikji. Sampai 5-6 hari baik sendirimi. Tapi setelah 2 hari, dok..tiba-tiba kaki saya ini kayak lemah saya rasa. Mau pergi miksi tapi nda bisa bergerak. Besok paginya tanganku lagi mulaimi lain-lain saya rasa. Langsung saya ke UGD,

Pernapasannya gimana, pak?” proses bernafas juga memerlukan kerja dari otot.

Iya, kayak susah juga mau bernapas..

Di medical recordnya, pesakit ini awalnya ditangani oleh pakar neurologi dan di diagnosis dengan suspect Guillain Barre Syndrome (GBS). Dengan diagnosis awal tersebut, beliau dimasukkan ke ICU serta merta untuk mengelakkan gangguan pernafasan.

Rupa-rupanya, kelemahan anggota geraknya disebabkan oleh hipokalemia. Tidak sampai 1 jam pun pemberian KCl, beliau kembali pulih. Alhamdulillah..


Note :

 K+ correction                     = K+ deficit x Body weight X 0.4 mEq
 K+ basic requirement          = 3.5 – 4 mEq/kg (body weight)/day

(Maximum intake : 20mEq/hour, 900mEq/day)

* kata doktor, 25 mEq K+ (hanya 25 ml) sama dengan 10 tandan pisang!!

Santai tapi berisi. Terima kasih, para pendidikku~
(Yang tengah tu je doktor)


Di nurse station. Dua orang doktor (kanan) yang sangat komited dengan kerja dan cool!

Oh ya. Ini on call terakhirku di Anesthesiology. Esok akan memulakan hari pertama di Obstetric and Gynaecology, menyingkap lebih banyak rahsiaNya~ :)

Oct 12, 2010

ONE-TWO-THREE

Hari ini ada beberapa peristiwa yang ingin dikongsikan.

ONE
Tengahari tadi dalam perjalanan menuju kantin untuk makan siang, kira-kira 100 meter di hadapan ada dua orang junior yang berjalan ke arah aku. Oh, juniorku yang sudah lama tak bertemu. Rindu. Aku melambai. Tapi kedua mereka tidak kembali membalas. Hm, diorang tak nampak kot.. Akhirnya kami bertemu di kantin & duduk di meja yang sama (atas kerusi yang berbeza, sudah tentu). 

"La, Kak Manah ke.. Kenapa makin kurus ni?"

TWO
Dalam perjalanan balik, aku singgah di koperasi. Lapar, nak cari makan yang ringan-ringan sebab malam ni tak terdaya dah rasanya nak masak. Nak call delivery food pun rasa malas. Malas nak makan nasi la sebenarnya. Niat nak beli indomee (baca : Maggi). Walaupun aku termasuk golongan orang yang jarang makan indomee, tapi aku harus akui sejak bergelar koas ni aku lebih sering makan indomee berbanding dulu. Tengah mencari lokasi indomee di koperasi, terdengar pekerja di koperasi sedang 'bergosip'.

"...sudah ditarikmi indomee..(..dah ditarik penjualan maggi..)" Aku tak tahu pucuk pangkal cerita.

"Iya, kalau di Singapur itu sudah ndak dijualmi lagiTapi kalau di sini, aduh tidak bisa.. apalagi kalau anak-anak..(Ha'a, kalau kat Singapura tu dah tak jual dah maggi. Tapi kalau kat sini, mana boleh. Apa lagi budak-budak...)"

Blurp. Baru je terpandang indomee. Tak jadi aku nak beli. Akhirnya aku keluar dengan sebungkus biskut, terpaksa akur walaupun aku kurang gemar makan biskut.

THREE
Dari koperasi, bergerak ke apartment. Berjalan perlahan sambil kepala ligat berfikir, "bila pulak aku nak melapor exam ni.."

Tiba-tiba SatPam (baca : Pak guard) RUSUN menegur, 

"Sore dok! (selamat petang, doktor!)"
"Sore pak (selamat petang..)" aku menjawab sambil tersenyum.
"Kayak capek skali saya liat.. (Macam penat je saya tengok)"

Ehehe~ aku tersenyum aje lah.. 

Kesimpulan,
Demikianlah hidup seorang bakal doktor yang penat-tak selera makan-kurus!

Note : 
-Penat pada hari-hari tertentu saja, terutama selepas on call atau 'lagi banyak kerjaan!'
-Tak selera makan pada hari-hari tertentu saja, terutama musim exam dan 'lagi stress kasiann'
-Kurus..hmm, kurus menuju BBI (berat badan ideal) xpe kan? ;)

*yang penting ikhlas & enjoy!*


Jun 17, 2010

catatan bedah

14 Jun 2010, 12.05pm

Aku sekarang sendiri di wad pesakit tumor, sedangkan kawan-kawan yang lain di poliklinik melayan ragam dan kerenah pesakit.

Dari tempat dudukku (meja batu), aku dapat melihat langsung ke kamar 5, kelihatan seorang wanita yang hanya mengenakan kain sarung (kain pelekat) sampai ke dada. Duduk lemah di atas katil, menjamah makanan yang entah apa rasanya. Terlihat benjolan besar di leher kirinya yang berbalut.

Wanita berusia 63 tahun ini adalah salah satu dari 23 orang pesakit yang dirawat di wad ini. Beliau didiagnose dengan Tumor Colli Sinistra Suspek Malignancy. Hasil Fine Needle Aspiration (FNA) mengatakan bahawa benjolan menggerutunya itu terdiri dari Spindle Cell yang mengganas.


Sayang. Seandainya 25 tahun lalu beliau tidak TAKUT menjalani pemeriksaan, benjolan sekecil kacang itu tidak mungkin membesar dan memburuk di lehernya dan membuatkan para doktor 'TAKUT' untuk melihatnya. Berbenjol-benjol, berdarah, bernanah dan berbau!


p/s : yang mana lebih menakutkan, pergi check up atau pergi ke end-stage disease?

Dec 16, 2009

[141209-080110]


Ear, Nose & Throat (ENT)

menikmati setiap detik, mengharungi selautan ilmu
andai esok selamanya milikku!

Nov 23, 2009

kisah empat bersaudara

Tersebutlah kisah empat virus denggi bersaudara. Namanya Den-1, Den-2, Den-3 dan Den-4. Mereka membesar dan berkembang biak di rumah yang kecil, tetapi unik kerana rumah mereka adalah rumah bergerak! Itulah si nyamuk Aedes.

Empat bersaudara ini sering bekerjasama dan saling membantu antara satu dengan yang lain. Setelah si kakak menyerang tubuh manusia dan menyebabkan demam denggi (yang seringkali tidak diketahui sebagai demam denggi), si adik pula sekali lagi memasuki tubuh manusia dan menyebabkan terjadinya demam denggi berdarah (dengue high fever; DHF). Kerana itulah DHF sering dikaitkan dengan hipotesis Secondary Heterologous Infection.


Demam denggi mempunyai beberapa ciri.

1) Demam yang terjadi dalam 2-7 hari, biasanya datang tiba-tiba.
2) Pembesaran hati dan/atau limpa
3) Perdarahan dengan provokasi atau spontan (hidung berdarah, bintik-bintik merah di badan, gusi berdarah, berak darah dll)
4) Renjatan/Syok
5) Peningkatan IgG dan/atau IgM (antibodi tubuh)*
6) Kadar trombosit darah < align="justify">* pemeriksaan laboratorium

Tapi jangan risau. Tak semua orang dengan demam denggi akan mengalami kesemua di atas. Ada tahapan-tahapan tertentu yang akan dilalui

Stage 1
Demam selama 2-7 hari dengan uji tourniquet positif. Tidak ada perdarahan spontan

Stage 2
Stage 1 + perdarahan spontan

Stage 3
Nadi cepat & lemah, tekanan darah menurun, hujung tangan & kaki terasa sejuk, gelisah, sakit perut (tanda-tanda renjatan)

Stage 4
Nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur (tanda renjatan berat)

Demam denggi umumnya tidak bahaya kerana sifat dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah dapat membaik dengan sendiri (self-limiting disease). Namun, tetap perlu berhati-hati jangan sampai terjadi renjatan (stage 3 & 4). Caranya, pastikan pesakit minum air yang banyak untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat perjalanan penyakit itu sendiri.

Pesakit demam denggi biasanya tidak perlu ditahan di hospital selagi pesakit dapat makan dan minum dengan baik. Namun jika pesakit sering muntah atau tidak mahu makan/minum, pesakit perlu dirawat di hospital untuk disuntik cairan melalui salur darah. Penting untuk memastikan pesakit demam denggi mempunyai air yang cukup kerana dalam keadaan kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya renjatan, malah dapat menyebabkan kematian. Juga perlu diperhatikan, jika pesakit mula merasa sakit kepala, sakit perut atau mengantuk (asyik nak tidur aje..), segeralah bawa berjumpa doktor.





Nyamuk Aedes

Seperti yang dinyatakan di atas, nyamuk Aedes adalah makhluk penyebar virus denggi. Ia mampu memindahkan virus dari seseorang kepada orang lain. Maka adalah penting untuk kita membasmi pembiakan nyamuk Aedes.

Pastikan kolah mandi anda dibersihkan setiap minggu, alas pasu-pasu bunga anda tidak bertakung air, longkang di luar rumah dibersihkan dan tempat-tempat penampungan air ditutup.


Fakta tentang demam denggi
- Seseorang boleh saja terkena demam denggi lebih dari sekali
- Kanak-kanak lebih sering terkena demam denggi kerana sistem pertahanan tubuh yang tidak kuat
- Awal penyakit tidak menampakkan sifat-sifat yang khas. Mungkin pesakit hanya mengalami lemah badan, cepat penat, tidak selera makan, sakit sendi dan pinggang, sakit otot dan sakit perut
- Kes demam denggi biasanya meningkat pada musim hujan
- Kalau tiba-tiba demam dan berlangsung selama > 2 hari, cepatlah bertemu doktor!


tu aje~semoga bermanfaat

Oct 28, 2009

Lup Dup

Maaf. Sudah lebih seminggu teratak hijau ini tidak membawa khabar. Tidak senang hati melihat bilangan pengunjung semakin bertambah, sedangkan laman ini masih juga tidak berganjak.


Ada satu soalan mudah. Apa fungsi kereta? Jawapannya pasti anda semua tahu. Kereta adalah salah satu kenderaan yang dapat membawa kita ke mana-mana yang dikehendaki.

Soalan kedua. Apakah yang menyebabkan sebuah kereta dapat bergerak – menjalankan fungsinya? Selain struktur mesin yang lengkap, ia memerlukan ‘makanan’ berupa minyak (dan yang setara dengannya) untuk mampu berfungsi sebagai kenderaan.

Soalan berikutnya.

Anda tahu fungsi jantung? Pasti ramai yang tahu... Jantunglah yang bertanggungjawab mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Tanpa darah, seluruh tubuh kita tidak mendapat oksigen yang diperlukan untuk menjalankan semua fungsinya. Kita mati tanpa darah. Betapa pentingnya jantung yang berdegup di dalam dada anda.

Cuba dengar degupan jantung anda. Lup dup..lup dup.. setia, setiap saat tidak lupa untuk berdegup.

Soalan terakhir. Kalau ‘makanan’ kereta adalah minyak, apa pula makanan bagi jantung??

Oleh kerana jantung juga adalah sebahagian dari tubuh, maka jawapannya adalah darah!

Tapi, kalau fungsi jantung sendiri memompa darah ke seluruh tubuh, dari mana pula jantung mendapat makanannya?

Macam ni...

Darah keluar dari jantung menuju ke seluruh tubuh melalui satu salur darah terbesar dalam tubuh, namanya aorta. Tapi, tak semua darah dari jantung akan masuk ke aorta. Di pangkal aorta ada satu cabang salur darah yang agak kecil, yang mengalirkan darah ke otot-otot jantung. Namanya, arteri koroner. Arteri inilah yang membawa ‘makanan’ kepada jantung, agar nantinya jantung dapat bekerja dengan optimal.

Bayangkan jika ada masalah pada arteri koroner ini. Mesti otot jantung tak cukup makanan, kan? Inilah yang difahami oleh orang awam sebagai ‘serangan jantung’, dan para doktor mengenalnya sebagai ‘coronary artery disease’



Masalah 1

Doktor : Assalamualaikum, makcik..kenapa makcik, ada yang boleh saya tolong?

Makcik : Wa’alaikum salam..ni doktor, pagi semalam makcik sakit dada..kat sebelah kiri ni (sambil mengurut-urut dadanya). Makcik baru balik dari pasar. Sampai je rumah, tiba-tiba rasa sakit. Habis basah ni, berpeluh. Sakit tu rasa macam ada yang hiris-hiris dada makcik ni. Sakit betul! Sampai ke belakang rasa sakitnye. Leher pun rasa tegang. Tangan kiri makcik ni pun sakit. Tangan kanan tak sakit pulak.. kenape ye doktor?

Doktor : Kejap ye makcik, biar saya periksa dulu. Masa sakit tu makcik buat ape?

Makcik : Hmm..makcik duduk kejap. Agaknye penat sangat kot. Memang banyak barang makcik beli kat pasar. Kebetulan pulak anak makcik ade hal tak dapat ambik makcik. Jadi makcik balik jalan kaki je la. Bukannya jauh sangat pasar tu. Makcik duduk dekat tepi masjid tu je ha!

Doktor : Ooo..habis tu, bila makcik rehat..sakit lagi?

Makcik : Alhamdulillah la tak sakit dah lepas tu. Ade la dalam 3-4 minit sakitnye. Tapi doktor, petang tu kat kebun datang pulak sakitnye. Risau makcik. Tu yang makcik datang jumpe doktor ni... memang makcik perasan 2-3 minggu ni makcik rasa sakit-sakit dada ni kalau penat. Isk, tak sedap hati le makcik...

Hmm, makcik ni memang peramah :)

Apa yang terjadi pada makcik ni adalah, jantung tak dapat makanan yang cukup sedangkan jantung perlu bekerja lebih ketika makcik ni berjalan kaki dari pasar, dan ketika berkebun pada sebelah petangnya. Masalah tak muncul pada keadaan rehat, sebab jantung pun tidak bekerja lebih. Kemungkinan, arteri koroner makcik ni dah menyempit akibat pembentukan plak di dindingnya. Jadi hanya sedikit jumlah darah yang dapat melaluinya.

Keadaan ini difahami oleh para doktor sebagai Stable Angina Pectoris. Doktor akan memberikan ubat yang hanya dimakan (diletakkan di bawah lidah) ketika sakit.




Masalah 2

Man : Assalamualaikum, Pak Lang. Dengar kata Mak Lang masuk hospital ye? Kenape Pak Lang?
Pak Lang : Iye.. Mak Lang kamu kat hospital sekarang. Doktor kata dia sakit jantung.

Man : Innalillah. Mak Lang sakit dada ke?

Pak Lang : ha’ah, dah seminggu sakit. Sebelah kiri katanye. Mula-mula kalau dia penat je sakit. Tapi hari Selasa hari tu, tak hilang-hilang sakitnye. Tengah tengok tv pun kadang sakit. Lama pulak tu. Lebih la setengah jam kot! Kesian tengok Mak Lang kamu...kami terus la bawak dia pergi hospital.. Alhamdulillah, nampak dah ok sikit. Tapi doktor kata Mak Lang kene rehat dulu 2-3 hari kat sana..

Man : Elok la tu, biar Mak Lang rehat. Kalau kat rumah pun mesti tak boleh duduk diam. Ade je yang nak dibuatnye..

Nampak bezanya?

Mak Lang pun sakit dada, keadaannya sama dengan makcik tadi. Cuma, sakit Mak Lang lebih lama, dan tak hilang walaupun berehat. Kemungkinan plak di dinding arteri koroner Mak Lang mengalami luka, menyebabkan tubuh kita cuba untuk ‘menutup’ luka tersebut dengan platlet dan trombin. Akhirnya terjadi sumbatan pada arteri koroner. Darah tidak dapat melaluinya, dan jantung menjerit.. “Aku nak oksigen!!!”

Sakitlah si Mak Lang...

Keadaan ini difahami oleh para doktor sebagai Unstable Angina Pectoris, dan perlu penanganan segera..!

Sakit jantung adalah pembunuh nombor satu negara.

Perlu diketahui, tidak hanya orang-orang yang terlantar di wad-wad pesakit jantung atau mereka yang menerima ubat jantung sahaja berhadapan dengan masalah ini. Sebaliknya, masyarakat di luar sana yang sibuk bekerja setiap hari, berjalan mundar mandir ke sana sini pun.. tidak terlepas dari ancaman sakit jantung. Proses pembentukan plak di arteri koroner anda tetap saja berjadi, hanya saja mungkin jantung anda masih ‘macho’ dan gagah menjalankan fungsinya.

Namun perlu juga diketahui, tidak semua pesakit jantung akan ‘dibunuh’ oleh jantungnya. Asalkan anda rajin mengunjungi doktor untuk pemeriksaan, rajin makan ubat seperti yang dianjurkan, dan tidak melanggar ‘pantang larang’, insyaAllah keadaan akan dapat dikawal. (pesakit jantung akan memerlukan ubat seumur hidupnya..)

Ada beberapa golongan/keadaan yang berisiko tinggi mendapat penyakit jantung.

Perokok, orang tua, lelaki, tekanan darah tinggi, berat badan berlebihan, menghidap kencing manis, kolesterol darah tinggi, atau mungkin ada anggota keluarga anda pernah sakit jantung.

Dan ada beberapa hal yang dapat mencetuskan serangan jantung.

Minum kopi, stress, marah, makan yang berlebihan dan kerja yang berlebihan.
Anda di golongan mana? Siapapun anda, pergilah bertemu doktor untuk pemeriksaan rutin. Sebagaimana seorang pencinta kereta secara rutin ‘memeriksakan’ keretanya ke bengkel, jadilah seorang ‘pencinta diri’ yang secara rutin memeriksakan dirimu ke doktor (terutama mereka yang berusia diatas 45 tahun). Mencegah lebih baik daripada mengubati!



Note :
1- Coronary Artery Disease hanya salah satu dari sekian banyak penyakit jantung..
2- Doakan kami ujian di Cardiology minggu depan! :)


Maimanah, doctor-to-be (insyaAllah)
27 Okt 2009

Aug 25, 2009

Adaptasi


Ogos datang lagi. Bererti, kami akan menerima pelajar-pelajar baru. Angkatan 2009. Alhamdulillah, mereka telah selamat tiba di bumi Makassar ini pada 21 Ogos 2009 yang lalu, tahun ini seramai hampir 50 orang. Melihat mereka datang dengan beg dan kotak yang besar lagi berat, terkenang pula saat kami bergelar mahasiswa baru di Universitas Hasanuddin ini. Hari ini (25 Ogos 2009), genap 4 tahun kami di sini. Sedar atau tidak, kami telah bergelar pelajar tahun akhir! (erk..!!)

Menempatkan diri di dunia baru, dengan rutin yang baru, suasana baru, bahasa baru, serba serbinya baru..pasti memerlukan sedikit adjusment. Adaptasi. Dan teori yang aku pegang sejak dulu, semakin cepat proses adaptasi seseorang, maka semakin cepatlah pula dia bergerak menuju ke matlamatnya. Mungkin benar, mungkin juga salah. Semuanya bergantung pada diri masing-masing.

Aku sering berpesan kepada adik-adik mahasiswa baru, bahawa mereka perlu segera beradaptasi dengan suasana baru ini. Meskipun Makassar tidak terlalu jauh bezanya dengan Malaysia, namun tetap ia memerlukan mengubahsuaian. Ada beberapa fasa dalam proses adaptasi ini.

Fasa satu

Dalam menghadapi satu suasana atau tempat baru, apakah itu tempat belajar yang baru, tempat tinggal, kerja baru, keluarga baru dan sebagainya, kita akan mengalami fasa pertama ini. Pada fasa ini, akan ada satu lonjakan ‘excitement’ dalam diri kita. Kita akan bersemangat untuk menghadapinya. Kita mula merancang untuk berbuat itu dan ini.

Contohnya, seorang mahasiswa yang akan melanjutkan pelajarannya di Makassar, di bidang perubatan. Excited tak? Mesti lah.. Aku nak blaja betul-betul, nak score. Nak bawak Atlas Anatomy Netter, Physiology Guyton, itu dan ini. Rasanya tak nak balik kot. Duduk je kat Makassar. Time cuti boleh ikut extra class. (dan macam-macam lagi..)

Fasa ini normal, dan setiap dari kita melaluinya. Betul x?

Fasa kedua

OK. Dengan excitement tadi, kita pun mulai menempuh kehidupan baru. Hari-hari pertama kuliah, kita bangun awal pagi, datang awal dan duduk depan di dewan kuliah. Khusyuk dengar doktor menjelaskan. Tapi... tak faham la pulak ape yang doktor ni cakap. Laju sangat. Dia buat lawak ape ntah. Semua orang ketawa. Kitorang bdak Malaysia terpinga2.. Kat kuliah pulak, students local bising gile. Menjerit2 dalam kelas. Macam suasana skolah rendah. Sakit kepala. Lepas tu, assistant mula bagi keje berlambak-lambak. Dah la kene taip pakai typewriter manual! Koman btul laa. Akibatnya, tak tidur malam semata-mata nak siapkan keje. Tangan pun bengkak menaip...

Setelah merasai ‘wajah sebenar’ dari dunia baru yang kita hadapi ni, kita memasuki fasa kedua iaitu fasa ‘kejatuhan semangat’. Ternyata ia tidak seindah khabar, tidak semudah yang disangka. Pada fasa ini, kita cenderung untuk jatuh ke titik yang paling bawah. Down. Tak semangat lagi untuk buat apa pun! Rasa menyesal, putus asa. Semuanya ada.


Fasa ketiga

Seterusnya, dengan sedikit kekuatan dan keazaman yang masih tersisa, kita cuba untuk dapatkan kembali semangat dan kekuatan. Cuba menjadikan hari ini lebih baik dari hari sebelumnya. Atau pada sebahagian dari kita, lalui saja apa adanya. Secara grafik, motivasi dan semangat kita pada fasa ini akan turun naik. Tidak stabil Tidak setinggi fasa satu, dan tidak pula serendah fasa dua. Apa yang perlu kita lakukan adalah, supaya maintain graf ni supaya tidak terlalu merudum-dan itu ertinya kita QUIT. Jangan dulu!


Fasa keempat

Fasa terakhir, setelah melalui ketiga fasa di atas. Akan sampai satu waktu, kita memasuki fasa ini di mana hidup, emosi dan semangat kita relatif stabil. Pada fasa ini, kita sudah tau rentak yang perlu dimainkan. Kita dah ada momentum kerja yang diperlukan. Kita dah tau, di mana kekuatan kita dan di mana kelemahan yang perlu dielakkan.


Inilah secara ringkas, proses adaptasi yang pasti dilalui oleh setiap orang. Hatta menulis di blog pun, aku akui aku melalui fasa-fasa ini. Namun yang membezakan kita adalah cepat atau lambatnya kita melepasi keempat fasa ini. Setelah itu, kita akan mampu memberi fokus terhadap matlamat kita di depan (asalkan kita jelas betul dengan apa yang ingin kita capai nantinya!). Inilah yang aku katakan di atas - semakin cepat proses adaptasi seseorang, maka semakin cepatlah pula dia bergerak menuju ke matlamatnya.

Cepat atau tidaknya fasa adaptasi ini pula, bergantung kepada diri anda. Kematangan dalam menghadapi permasalahan, pemikiran yang positif, motivasi yang tinggi, dan yang paling penting adanya kebergantungan terhadap Allah serta redha terhadap kehendakNya.

Wallahu’alam

P/s : kepada adik-adikku angkatan 2009, selamat beradaptasi!


[Dah kene bersiap2 ke hospital ni. On duty!]

Aug 11, 2009

virus nakal:.

virus-virus nakal!


Wabak H1N1 semakin menjadi-jadi. Jumlah ‘mangsa’nya semakin menjadi-jadi. Mangsa yang sakit, dan mangsa yang tidak sakit : mereka yang semakin khuatir dengan jangkitan virus ini (mangsa la jugak tu kan?)

Melihat perkara ni, aku rasa nak menulis sekaligus berkongsi sedikit pengetahuan tentang jangkitan virus ni. Tapi disebabkan kesibukan harus membuat itu dan ini, aku fikir..nanti-nantilah aku tulis. Tapi, semakin banyak pula email dan sms yang aku terima bercerita tentang H1N1 yang semakin menakutkan ini. Yang batuk dan flu sikit, dah mula risau akan serangan virus ini. Mangsa yang tidak sakit ini semakin menjadi-jadi, malah menjadi ‘sakit’ juga.
Ok. Mari kita bercerita tentang virus penjahat ni.

H1N1 adalah salah satu subtype dari Influenza Virus, virus yang paling sering menyebabkan flu pada manusia. Kalau kita flu, selesama & batuk sikit..biasanya penyebabnya adalah Influenza. Ada beberapa strain H1N1, salah satunya memang biasa menyerang manusia dan menyebabkan flu ni. Ada pulak strain H1N1 yang lain, banyak dijumpai pada binatang bernama khinzir. Flu yang timbul disebut sebagai Swine influenza. Dan strain yang lainnya banyak dijumpai pada burung, timbul sebagai Avian Influenza.
Pada dasarnya, serangan virus (virus secara umumnya) bersifat self-limiting disease. Maksudnya, segala gejala yang disebabkan oleh virus boleh sembuh sendiri tanpa menerima pengubatan apa pun. Ini apa yang aku belajar lah~ Tapi, memang wujud beberapa jenis virus yang menyebabkan penyakit yang serius dan mematikan, contohnya Human-Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ni bijak. Mereka sentiasa berubah-ubah bentuk sehingga sistem pertahanan tubuh kita selalu tak mampu mengenali mereka sebagai penjahat di dalam tubuh. Itu sebabnya, kita biasa dapat selesema beberapa kali. Banyak kali. Lain dengan penyakit lain yang biasanya kalau sekali dah kena, tak akan kena dah!

Jadi, sama lah dengan virus H1N1 ni. Serangannya bersifat self-limiting disease. Boleh sembuh tanpa pengubatan pun. Yang memberatkan adalah kalau keadaan tubuh kita tidak ‘fit’ untuk melawan virus ini. Ini biasanya terjadi pada orang-orang dengan penyakit immunodeficiency (lemah sistem pertahanan tubuhnya) seperti pada penderita HIV AIDS, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dan kanak-kanak (sistem pertahanan tubuh diorang masih kurang matang)

"Saat ini, 95% penderita virus A-H1N1 dapat sembuh tanpa rawat inap (dirawat di hospital). Bahkan, sebagian lagi sembuh tanpa mendapat ubat apa pun,"- Prof. Tjandra.

Masyarakat tak perlu terlalu risau akan flu ni. Apa yang perlu dilakukan hanyalah menjaga kesihatan dan sistem imun tubuh agar sentiasa baik. Caranya dengan menjaga kebersihan diri & persekitaran, makan makanan yang berkhasiat, jalani hidup yang seimbang-bersenam juga perlu. Biasakan diri mencuci tangan, sebab penularan virus boleh juga melalui tangan yang dah pegang itu ini. Kalau perlu pakai masker di tempat-tempat yang banyak kuman seperti hospital. Elakkan menyentuh mukosa seperti mata, mulut atau hidung ketika berkomunikasi/berhubung dengan orang lain. Nak makan extra supplement? Silakan. Vitamin atau mikronutrien yang lainnya. Kalau sakit, cepat berikhtiar. Apakah itu makan ubat, jumpa doktor dan sebagainya.

Ok? Smoga penjelasan ni dapat mengurangkan kerisauan korang semua. Bukan tak perlu risau, cuma tak perlu telalu risau. Allah dah jadikan sistem pertahanan yang mantap dalam tubuh kita. Cuma, kita pun kene lah pandai-pandai jaga sistem pertahanan ni. Macam askar-askar, tetap perlu menjalani latihan untuk meningkatkan stamina dan kualiti perkhidmatan :)

* Kalau ade yang salah, harap diperbetul. Saya budak baru belajar ;)

Feb 20, 2009

:: Asma - 'Aisya & 'Amalyn ::



"Anak sedare awak dua-dua masuk hospital..."

"Haa? awatnya?"

"Kene asma. Dua-dua pulak tu..."

"La ye ke..siannye..."


'Aisya Nuwayrah memang dah ada asma sebelum ni. Selalu jugak dia penat kalau main lincah sangat. Dah la mmg hiperaktif orangnye. Tak boleh duduk diam. Bila dah rasa susah nak bernafas, baru cari walid. huhu~

Yang bikin kaget, 'Amalyn Nuha pulak kene. Entah macamane ceritanya, kami pun tak tau sangat. Tapi Nuha sesak, bawak g hospital. Tengah sibuk-sibuk uruskan si adik, si kakak pulak tetibe kene. Adei laa... Sempat 4 hari diorang kat Wat Pediatrik HKL. Sian tengok diorang~~


Tentang asma



Cakap-cakap pasal asma ni, boleh la nak berkongsi sikit pasal penyakit ni. Pada asma ni terjadi sumbatan pada salur nafas, secara spesifiknya kat bronkial (saluran nafas yang kecil di paru). Saluran ni dindingnya adalah otot. Pada orang normal, otot ni akan relax supaya udara boleh melalui saluran ni dengan lancar sampai ke alveoli (penghujung saluran nafas, kat sini oksigen dari udara meresap pulak ke saluran darah). Tapi, pada orang asma, otot tadi berkontraksi menyebabkan laluan udara ni menyempit. Lepas tu, terjadi peradangan dan terhasil mukus yang menambah sempit lagi laluan udara ni. Akibatnya...sesak!

Kenapa otot tu boleh berkontraksi berlebihan? Mesti ada sebab... Dan sebab ni macam-macam. Tapi secara dasarnya, ada rangsangan yang tidak normal menyebabkan otot yang sepatutnya relax, jadi kontraksi. Rangsangan yang tak normal ni pun ade berkaitan dengan genetik, yang mungkin seseorang tu lebih sensitif terhadap rangsangan tadi berbanding orang lain. Jadi, dia lebih mudah terkena...



Rangsangan ni dapat dipicu oleh bahan-bahan alergen, misalnya habuk, bulu binatang, suhu yang rendah, makanan tertentu, asap rokok atau mungkin jugak infeksi. Setiap orang yang asma mungkin ada alergi yang berbeza, bergantung dari sistem pertahanan tubuhnya... Dan asma ni berkait rapat dengan genetik, sbb DNA kita ni yang bawak 'sifat-sifat' dari gen ibu bapa. Kalau sifat sel-sel paru ayah/mak kita sensitif terhadap alergen ni, sel-sel paru kita pun akan 'mewarisi' sifat tu...

Jadi, kalau terjadi serangan asma ni... Kene cek tengok, ada tak berkaitan dengan ape-ape bahan alergen. Dalam kes anak sedara kami berdua ni, rupa-rupanya baru 2 hari sebelum serangan asma..depa pi taman burung!! Huhu~~

Bila terjadi sesak, perlu cepat atasi dengan 'bronchodilator' yang kerjanya mengembangkan (dilate) saluran yang sempit tadi. Kalau lambat, akibatnya sel tak cukup oksigen. Keadaan ni bahaya terutama untuk sel-sel otak, apalagi kalau terjadi pada kanak-kanak sebab masa ni la perkembangan otak yang pesat.


Sakit sebagai tanda ingatan


Nuha dengan uminya. Umi tengah sms Mak Ndak dan Mak Teh ke?

Baru dapat kiriman email gambar-gambar diorang kat hospital hari tu. Sian btol tengok diorang. Kecik-kecik dah kene pasang oksigen, suntik sana sini. Tapi itulah namanya manusia, kita hamba yang lemah. Malah sepatutnya kita gembira dengan kesakitan yang Allah bagi, sebab itu tandanya Allah ingat pada kita :)

Mak Ngah suap 'Aisya makan. Sedapnye!


Buat anak sedara kitorang yang cute-mute, semoga keadaan korang baik-baik. Jangan nakal-nakal :)~

Nov 20, 2008

My Weekly Anxiety Attack


Jeff Wonoprabowo -- I remember when I was in first grade, my teacher would split the class into teams and we would play trivia tic-tac-toe. Whichever team was able to answer the question correctly had the chance to place an X or an O on the board. At one point I answered so many questions in a row that she instituted a new rule: Jeffrey can't answer every question.

Somewhere along the way, I have no idea when, I stopped wanting to answer questions -- even when I knew the right answer. Thinking back to my college days, I don't think I ever raised my hand to answer a question or offer an opinion. I only did so when called upon. Maybe I didn't want to sound dumb saying the wrong answer, I don't know. All I know is that I've gone from an excited first-grader basking in the spotlight of answering questions to someone who would rather just sit quietly and let the spotlight fall on others. Now that I'm older and wiser, I know the value of being "cool." And it can be quite stressful being put on the spot, with the wrong answer, or no answer at all, rolling off your tongue.

In medical school, about once a week, we have a pathology session that involves team-based learning. During these sessions, the class is divided into groups of five (these groups work together throughout the whole year and various different classes as well). Each lab session is intended to help reinforce the material we covered in lecture during the previous week. And this is where I am guaranteed my weekly episodes of anxiety and stress.

At the beginning of the lab session the groups are all given a laptop and we take a group quiz on the computer. Once that is submitted, we receive a worksheet with about 12 clinical vignettes. We must determine the disease for each one and answer questions about each particular case. (These questions will ask for things like the mechanism, clinical presentation, comparisons with similar diseases.)

After about 40 minutes, our course instructor picks up a microphone and announces that our time is up. His assistant walks over to a group and hands the microphone to a person of her choice. At this point, Nervous Student (NS) has the eyes of the entire lab (almost 100 pairs) on NS, and NS has no choice but to take the microphone and announce his/her name and group number. And the encounter might go something like this:

Professor (P): "What does this patient have?"

NS (answering with a shaky voice): "Carcinoma-in-situ"

P: "And what condition most likely preceded this lesion?"

NS (drawing a blank): "Um..."

P: "Consult with your group."

After conferring with the group, NS replies: "HPV infection leading to dysplasia."

P: "Good, and will the biopsy reveal malignant cells penetrating the underlying basement membrane?"
NS: "Uh.. I don't think so."

P: "Of course not."

NS (sounding very confidant): "Oh, right. Of course not!"

Cue class laughter.

The encounter might seem quite benign. No harm, right? But every time I go to lab I am anxious and apprehensive hoping that the microphone is not pointed in my direction when it is my group's turn. And I get the feeling that I'm not the only one who feels this way.
Maybe it's good for me and will prepare me for the pimping that will come during third and fourth years. Then again, with all the stress and anxiety, maybe it's bad for me.

Oh, who am I kidding? Medical school is a big ball of stress and anxiety, and that much more can't be that bad... Right?


Sep 23, 2008

kisah sebuah tangisan =)

“Selamat tinggal ye korang sume. Jangan sedih-sedih...ade waktu lain kite jumpe lagi. Aku akan rindukan korang sume!!” laung Febi dari Honda Jazznya. Hari ini dia akan meninggalkan teman-temannya & ‘dunianya’, berpindah ke England demi mengikuti keluarganya...

Teman-teman sekampusnya hanya melambai dari jauh. Ekin, Ima, Nor & Bacok masing-masing menahan sebak. Sedih dengan pemergian sahabat akrab mereka. Hampir tiga tahun bersama menempuh susah senang di kampus bersejarahn itu. Tapi mereka sudah berjanji sebelumnya, tak nak menangis!!

“isk..isk..” kedengaran juga esak tangis dari belakang. Ekin rupanya.

“Hahh, ko nangis ek Ekin!!” Sergah Bacok sebaik saja kereta Febi hilang dari pandangan..

“Eh, mane ade laa....aku selesema ni ha. Kan banyak debu ni...” Ekin menafikan.


Hmm.. menangis ke selesema ni?? Alasan yang selalu diguna pakai bila seseorang nak sembunyikan tangisannya~ tapi persoalannya sekarang, kenapa kalau orang menangis dia pasti akan selesema (runny nose)?? =)



nangis~hidung pun berair..

Sebenarnye gini...

Setiap daripada kita dikurniakan beberapa buah ‘kilang’ memproduksi air mata. Major Lacrimal Glands, sebagai kilang utama terletak di atas mata, agak ke samping (lateral). Pada keadaan biasa, kilang ini akan menghasilkan produknya-air mata dan ‘dipasarkan’ ke seluruh mata terutama bahagian mata yang terdedah kepada udara. Proses ‘distribusi’ produk ini terjadi apabila kelopak mata kita berkedip. Bermakna, setiap kerdipan kelopak mata kita, ia akan meratakan air mata tadi keseluruh permukaan mata agar mata kita tidak kering. Subhanallah, sempurnanya ciptaan Allah!!




Setelah itu, ke mana perginya air mata tadi?

Air mata ini seterusnya akan keluar melalui pintu-pintu keluar yang disebut pungtum. Pungtum ni terletak di bahagian sudut mata dekat hidung (di kelopak mata). Ia semacam seluran keluar yang mengalirkan air mata. Kalau pungtum ni tersumbat, salah satu masalah yang timbul adalah mata asyik berair je... bukan kerana produksinya yang berlebihan, tapi sebab jalan keluarnya tersumbat! Keadaan ini disebut sebagai epiphora.

Ok, kembali pada keadaan normal.. lepas air mata tadi keluar ikut pungtum, ia akan meneruskan ‘perjalanannya’ melewati ‘highway’ ke canaliculus, lacrimal sac dan lacrimal ducts. Ke manakah destinasi akhir dari ‘highway’ ini? Ahha.. highway ni akan tembus ke dalam hidung!!


Kalau korang nak tau, hidung kite ni ade beberapa lekukan. We call it chonchae & meatus. Ade tiga chonchae, dan kat bawah setiap chonchae tadi ade meatus (macam celah). Haa, dekat meatus inferior (celah yang paling bawah) ni la, ‘highway’ air mata tadi menembus... tapi air mata tadi sikit je, so kita tak terasa pun kalau ada air kat hidung...



So, korang dah tau kenapa kalau kita menangis selalu ikut selesema?? Sebab saluran ni la... bila penghasilkan air mata berlebihan (misalnya waktu kite menangis..), seperti biasa air mata akan mengalir masuk ke hidung. Tapi disebabkan banyak sangat air mata kita tu, terjadilah sok..sek..sok..sek.. ala-ala selesema gitu deh!!


Okay, bertambah lagi satu ilmu hari ni. Alhamdulillah. Semoga ilmu ni lebih mendekatkan kita padaNya. Hebatkan ciptaan Allah?? =)