Showing posts with label .karya.kreatif.ilham.. Show all posts
Showing posts with label .karya.kreatif.ilham.. Show all posts

May 16, 2011

tanpa tajuk


Hari itu hari yang sangat menggembirakan. Walaupun tidak ada brain-pacemaker yang merangsang kegembiraan ini, aktivasi saraf simpatis benar-benar terjadi. Ia mendominasi kekuatan lawannya. Amygdala & hippocampus juga pasti sedang giat bekerja mempertahankan perasaan girang ini. Seluruh sistem tubuhku meraikannya. Otot-otot & tendon tangkas beraktiviti. Bergerak ke sana ke mari. Saraf-saraf wajah (facial nerve) tidak ketinggalan mengukir senyum di wajahku. Jiwa terasa lapang, segala beban yang terawang-awang di fikiran pecah berkecai. Aku berjalan senang, menelusuri lorong-lorong kehidupan. Kegembiraan membawa aku jauh ke dalam dunia sendiri, tidak merasakn bahang mentari yang membakar. Tidak juga terhidu kepulan-kepulan asap yang memenuhi ruang udara di kota batu ini.

Tiba-tiba terdengar bunyi letupan yang agak kuat dari arah belakang. Mengejutkan aku dari alam gembiraku. Serentak dengan itu, aku terhumban ke depan. Jatuh. Terasa sakit di bahu kananku. Sakitnya bukan kepalang, lebih sakit dari sakit yang dirasakan akibat jatuh. Jauh lebih sakit. Tangan kiriku refleks memegang bahagian yang terasa sakit. Sementara tangan kananku seperti kehilangan keupayaan motoriknya, tidak mampu berbuat apa selain merasakan sakit. Tangan kiriku kini basah, merah. Bukan eritem akibat dilatasi salur darah. Tapi merah secara fizikal, merah yang benar-benar merah. Merah, gelap, pekat. Merah kerana darah. Mencurah-curah.

Aku menoleh ke belakang. Dalam kesakitan, inkuiri tetap mampu memerintahkan segenap sistem tubuh untuk bereaksi. Ingin melihat sendiri sumber bunyi letupan tadi, dan kenapa sampai ia membuatkan aku sakit, mungkin merobek otot pectoralis major kananku malah melumpuhkan lalulintas plexsus brachialis di dalamnya.  

Retina cepat menangkap sorotan-sorotan cahaya yang masuk melalui pupil kedua bola mataku. Satu imej terhasil dari proses interpretasi yang kompleks dan sangat cepat (lebih cepat dari kerdipan mata). Amygdalaku kembali bekerja. Kali ini untuk membuka simpanan-simpanan memori yang tersimpan kemas dalam kamar tak berpintu. Oh, imej itu adalah sosok seseorang yang sangat aku kenal. Berdiri 300 meter di hadapanku, sedang tangan kirinya menggenggam erat sepucuk pistol FR-Sport hitam. Ketahuilah aku, bahawa bunyi letupan itu adalah bunyi muntahan dari senjata tersebut dan malangnya, muntahannya ‘terpalit’ menembusi lobus superior paru-paru kananku. Sesak, pandangan kabur. Gelap. Pengsan, koma.

 * * *

Kini aku nampak cahaya. Lebih 4 bulan aku tidak melihatnya. Seluruh tubuhku terasa lemah akibat tidak beraktiviti selama tempoh waktu itu. Dan kini mereka harus kembali bekerja bersama-samaku. Maka kami perlukan waktu untuk menjadi optimal kembali. Fisioterapi! 

JwiSa~
4.26pm, 16/05/2011
Penang.

Oct 23, 2010

malam



Malam,
Selimuti aku dengan dingin bayumu
Inginku lena dalam gelap kelammu
Pulas atas empuk sepimu
Mencipta mimpi, sketsa demi sketsa

Malam,
Jangan biar siang bertahta
Berikan aku waktu
Menyusun sketsa, satu demi satu
Sampai saatnya
Akan ku mainkan sketsa itu di pentas realiti

JwiSa~
23 Oktober 2010

Sep 19, 2009

Aug 2, 2009

Musafir Kelana

Musafir Kelana by Rabbani
Berjalan bermusafirlah
Melihat keagungan Allah
Meninjau menitilah
Rahsia ciptaan Allah
Ziarahilah makam kekasih Allah
Kenangilah Rasulullah
Bangunkan jiwa jihad Islami
Semangat syuhada ilahi
Marilah bermusafir
Laksanakan tuntutan jiwa
Bermusafir berkelana
Luaskan pandangan saujana
Bermusafir berkelana
Kenal Tuhan Maha Pencipta
Berbekal keimanan
Penyuluh disempanjang jalan
Mengharap keredaan
Doa menjadi kelaziman
Penat lelah mainan safar
Tempuhi ranjau banyak bersabar
Letih lesu tidak menentu
Syurga menjadi idaman kalbu



Kubu Qaitbay, Alexanderia
Lembu Samiri
[Thaha : 85-98 dan al-A'raf : 148-154]

Masjid Fatah, Zagazig


Pantai 'Ajiba



Tasik Garam

Toba : Sempadan 3 negara (Mesir, Palestin, Jordan)


Tanjung Bayang, Makassar
Air Terjun Bantimurung, Kabupaten Maros

Pelabuhan Tanjung Bira, Bulukumba


Tanjung Bira, Bulukumba



Resepsi pernikahan budaya Bugis-Makassar


Suasana malam di Jakarta Barat


Senayan City, Jakarta


Grasmere, UK




Tower Bridge




"Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami membangunnya dan menghiasinya, dan tidak terdapat retak-retak sedikitpun? Dan bumi yang Kami hamparkan dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kukuh, dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah, untuk menjadi pengajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali (tunduk kepada Allah). Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohon yang rindang dan biji-bijian yang dapat di panen, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan (air) itu negeri yang mati (tandus). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur)"
[50:6-11]



Jul 15, 2009

*polaroid*

“Polaroid ape cite? Bila lagi nak kluar?”

Sebuah pertanyaan yang sering kali aku terima sejak beberapa bulan ini. Memang kami menjanjikan POLAROID sekitar awal tahun 2009 yang lalu, namun sampai sekarang pun masih belum nampak bayangnya.
POLAROID sulung

POLAROID-majalah rasmi PKPMI seIndonesia dihasilkan sebagai medium komunikasi seluruh ahli PKPMI secara umumnya. Tapi apalah sangat majalah 2 edisi ini mampu lakukan. Tidak banyak. Namun tetap setidaknya ia memberi informasi yang harus diketahui oleh para ahli.

Perjalanan POLAROID tidak mudah. Dari NOL. Dari titik terendah ini kami membina sidang editorial. Membentuk konsep. Memberi nama-POLAROID-sebagai simbol; capture the moment. Menyebar jaringan ke seluruh Indonesia untuk mendapatkan seberapa banyak maklumat dari seluruh cawangan PKPMI. Berkomunikasi dan bekerja bersama, meskipun kami tidak pernah mengenali apalagi bertemu antara satu dengan yang lain. Dan yang semakin membuatnya ‘tidak mudah’ adalah keterbatasan waktu, sarana dan dana. Kami mahasiswa yang dituntut untuk belajar, dan kami pelajar yang tidak punya gaji untuk menggerakkan semua ini. Namun momentum komitmen dan tanggungjawab menjadikan segala ‘tidak mudah’ ini menjadi sesuatu yang dapat dibanggakan.

Tidak mudah, tapi aku suka. Puas dapat menghasilkan sesuatu dengan tangan sendiri. Puas dapat menjelmakan imaginasi menjadi realiti. Sudah tentu, sebelum menghasilkan sesuatu perlu ada imaginasi. Membayangkan ia begini dan begitu, dan dengan bayangan ini aku berusaha menjadikannya nyata. Akan terdapat beberapa modifikasi dan adjustment dari apa yang telah dibayangkan tadi, dan perlu disesuaikan dengan idea / objektif asal sesuatu karya tersebut. Hmm..
khusyuknye?

Kembali ke cerita asal. Bila POLAROID nak keluar ni?

POLAROID kedua direncanakan pada bulan Mac 2009 yang lalu, sempena perhimpunan Kongres Tahunan PKPMI Pusat. Kami telahpun menyiapkan soft copy sesuai dengan time-line yang dirancang. Namun inilah salah satu ‘tidak mudahnya’ POLAROID apabila terpaksa berdepan dengan beberapa masalah yang lebih kompleks. Kongres PKPMI terpaksa ditunda beberapa kali atas beberapa sebab, sekaligus mengheret kepada tertundanya POLAROID edisi kedua. Kedua dan terakhir bagi sesi ini.

Alhamdulillah, edisi kedua POLAROID sudah siap dicetak. Hanya menunggu hari - Kongress Tahunan PKPMI Pusat di Jakarta pada 15 & 16 Ogos 2009.
bakal menemui anda-ahli PKPMI

Masa depan POLAROID selanjutnya? Ini POLAROID kedua dan terakhir. Terakhir bagi sesi ini. Tentang masa depan POLAROID selanjutnya, akan diserahkan kepada pimpinan PKPMI Pusat akan datang. Apakah masih akan wujud pos Exco Penerbitan yang akan mengendalikan POLAROID atau tidak. Ia sebuah pilihan, bukan mandatori untuk dilaksanakan.

Buat team PKPMI Pusat 08/09 dan sahabat-sahabat PolaCrew seluruh Indonesia, setinggi penghargaan buat kalian atas segala kerjasama yang telah diberikan. Tanpa komitmen yang kalian tunjukkan, kedua edisi POLAROID ini tidak akan pernah wujud. Mohon maaf andai ada kecacatan pada karya yang tidak seberapa ini. Hanya inilah yang dapat disajikan buat semua~semoga bermanfaat!

Catatan peribadi Sang Editor~JwiSa

Jun 25, 2009

aku ingat..



Setiap aku merasa penat, lesu dan tidak bersemangat,
Aku ingat,
Mak di sana juga sedang kepenatan - malah sibuk dan penatnya jauh lebih berat dari apa yang sedang aku lalui..
Tapi mak terus bergerak, jauh sekali berkeluh kesah..

Setiap aku merasa lemah, tidak berdaya dan putus asa,
Aku ingat,
Abah di sana juga sedang kelelahan - malah bebanan dan tanggungannya lebih banyak dari apa yang sedang aku hadapi..
Tapi abah terus bergerak, jauh sekali berpatah arah..

Setiap aku merasa ingin berhenti,
Aku ingat,
Mak & Abah di sana terus bergerak dan bergerak..
Maka aku juga harus tetap bergerak!

Jwisa~
24/6/09; 11.45 pm
Lontara 1
Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo
Makassar

May 9, 2009

Selamat Hari Ibu~

Selamat Hari Ibu!
Lokasi : Tanjung Bira, Bulukumba
Model : Mak & Syaimaa'
Foto oleh : Maimanah

May 4, 2009

Ceritera 'Aisya


.:balancing right and left brain:.

Mar 9, 2009

koleksi

Mengisi sela waktu di tengah kesibukan~

Seri pagi

petak angka


Miss my mom!



Sungguh, jalanku berliku~



Fathi, bola & Atok Rashid :)




more pictures at


p/s : tengah pening nak exam psychiatry~~doakan saya agar dipermudah..




Feb 1, 2009

SESAK



Gunung tinggi itu perlu aku daki

Samudera luas itu perlu aku layari

Gurun gersang itu perlu aku redahi

Lebat belantara itu perlu aku telusuri


Mampukah aku melunaskan segalanya..?


Tuntutan ini amat menghimpit

Menekan dan mendesak

Menagih usaha dan upaya


Aku terhenyak

Terkulai

Tidak berdaya

Sesak!


Pangkulah aku dengan kekuatanMu, Tuhan~



JwiSa; 28 Jan 2009

Jan 1, 2009

Langit tinggi di bumi mendatar~

[iPhoto for IMAM-SCI]

May 16, 2008

Selamat Hari Murabbi..!

Berburu ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepala ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi
(dedikasi kepada Hari Guru dan guruku tercinta)
Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.

Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

USMAN AWANG
1979

-----

Hari ini, aku sedang mengejar impianku yg satu : DOKTOR
Terima kasih kepada semua yang bergelar pendidik.
Terima kasih yang mengajarku ABC
Terima kasih yang mengenalkanku Alif Ba Ta
Terima kasih yang menunjukkanku 123
Terima kasih kepada yg pernah mencurahkan ilmu buatku
Kerana kalian aku di sini..

Selamat Hari Murabbi..!


~al-khansa'


Apr 24, 2008

Fahamilah:.

Aktivis dakwah & tarbiyah..
Medan favourite menuju mardhatillah..
Manhajku..
Jamaah Islah Malaysia (JIM)..
Persatuan Perubatan Islam Malaysia (PPIM)..
*dan mungkin lagi dan lagi*
Usrah & mukhayyam..
Daurah & Seminar..
Remaja, wanita, masyarakat & dunia..
Itu perlu pengorbanan..

Medical doctor..
I don’t have an exact picture..
How will it be..
But somehow..
Hospital, am til pm 2 weeks (ONLY) emergency-off ..
On-call, panggilan ‘pesakit’ will be any time..
Labour room..(insyaAllah)
Misi keselamatan somewhere?
That’s the cycle..
Bersedia mengerah tenaga..

Setiausaha peribadi seorang lelaki bernama suami..
*bakal menjadi profesi tetap hingga akhir hayat, InsyaAllah*
Sayap kanan perjuangannya..
Untuk ditaati & dipatuhi..
Menghiburkan & melayani..
Menjadi rakan kongsi sebuah perniagaan ‘kehidupan’..
Menuntut toleransi..

Pencorak kain putih..
Anak-anak, amanah yg terpikul..
Cantikkah corak itu? Its depend on ME..
Arah mana mahu di pandu?
Bersainglah dengan pengaruh media, hiburan, pembangunan..
Membentuk sebuah jiwa ruhaniah..
Membentuk insan rabbaniah..
Mencabar..

Itulah corak hidup yang bakal aku tempuhi..
Suatu pilihan sebenarnya..
Tapi ini yang aku pilih..
Biar tenaga, waktu, fikiran yang aku pertaruhkan..
Demi Islam & mardhatillah, cita-cita agungku..
Duhai seisi penemanku di masa hadapan..
Ketahuilah impianku ini..
Yang takkan mampu terealisasi tanpa dukungan kalian..
Fahamilah..

~Jwisa

Apr 11, 2008

anda marah?

“La tagh-dhob” kata Nabi s.a.w ketika datang pemuda itu meminta nasihat..
“La tagh-dhob” ulang Nabi.
Demikian yang tercantum dalam hadith Nabi yang terkenal,

Abu Hurairah r.a menerangkan bahawa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi s.a.w, “Berilah aku nasihat”. Beliau menjawab, “Jangan marah”. Maka diulanginya beberapa kali, kemudian Nabi bersabda, “Jangan marah!” (Hadith riwayat Bukhari)

Ada apa dengan marah?
Dalam bnyk-bnyk nasihat, kenapa nasihat ni yang Nabi bagi?

Satu hakikat tentang marah..
Ia ada pada semua orang!
Kalau xde, maka patologis laa (term medic, bererti abnormalities)
Tapi kenapa Allah jadikan marah sbg fitrah dlm setiap manusia??
“Tidak Aku jadikan sesuatu dengan sia-sia..”
Itu kata Allah…

Yang membezakan kita tentang marah,
Adalah bagaimana kita menanganinya..
How?? Sesungguhnya ia memerlukan kekuatan..
“Kuat seseorang bukan terletak pada badan yang sasa & besar, tapi terletak pada kemampuannya untuk menahan marahnya..”

Dalam medic, saya belajar..
Sesuatu penyakit, lebih baik dihindari daripada diubati..
Pepatah Melayu pun ada cakap,
Menghindari lebih baik dari mengubati..
Betul kan??
Marah pun macam tu..
Sebaiknya kita hidari dari marah..
Sebab kalau dah marah, lebih susah untuk mengawalnya..

Macam mana nak cegah marah?
Dengan latihan..
Melatih diri dengan akhlak-akhlak yang mulia..
Lapang dada, lemah lembut, memaafkan, tenang..
Kalau diri dah terbiasa dengan sifat-sifat ni..
Jadilah kita golongan yang ‘susah nk bagi dia marah..’

Janganlah sbb hal yg remeh..kita marah
Janganlah sbb hal yg belum jelas kedudukannya..kita marah
Janganlah sbb teguran org terhadap kita..kita marah
Janganlah sbb hal yg salah faham..kita marah

Marah itu bahaya..
Marah merosakkan harta benda
Marah menceraikan suami & isteri
Marah mencemarkan imej kita
Marah dapat membunuh orang
Marah boleh menyebabkan syirik
Dengan marah, kita berkemungkinan buat apa saja!!
Astaghfirullah..!

Kalau dah ‘ter’marah jugak?
Kawallah ia..
Rasionalize ur mind..
Ingat Allah bnyk-bnyk..
Ingat kesan buruk kalau kita marah..
Ubahlah posisi dari berdiri ke duduk,
Dari duduk ke baring..
Kunci mulut sekejap dr berkata-kata..
Kalau tidak, terhamburlah semua caci maki..
Astaghfirullah..
Berwudhu’ lah..
Sebab marah itu ibarat api yang menyala..
Semoga air td dapat menyirami nyalaan tu..

Kalau marah ni bawak keburukan sokmo,
Kenape Allah cipta marah??
Saya ulang..
“Tidak Aku jadikan sesuatu dengan sia-sia…”
Marah tu ada baiknya..
Wajib kita marah bila..
Perbuatan maksiat di depan mata..
(PERHATIAN, marah kepada perbuatannya. Bukan kepada pelakunya)
Wajib kita marah bila..
Aqidah & iman kita dicabar..
Wajib kita marah bila..
Sesuatu yang mengancam jiwa, harta & maruah kita..

Apapun, marahlah kerana Allah..
Allah larang perbuatan maksiat..
Sebab tu aku marah..
Aqidah & iman adalah teras kepercayaan aku dlm Islam
Sebab tu aku marah..
Allah suruh aku pertahankan maruah..
Sebab tu aku marah..

Tetapi marahlah dengan cara yang baik..
“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.” (23:96)

Semoga bermanfaat~

* inspirasi dari huraian hadith arba’in ke-16 oleh Ukhti Nusaibah :)