Showing posts with label hiburan itu indah. Show all posts
Showing posts with label hiburan itu indah. Show all posts

Jan 13, 2011

tentang hidup

Apr 9, 2010

pemergianmu..

Kau masih tersenyum mengubat lara
Selindung derita yang kau rasa
Senyuman yang mententeramkan
Setiap insan yang kebimbangan

Hakikatnya, tak tertanggung lagi derita
Di pangkuan isterimu Humaira
Menunggu saat ketikanya
Diangkat rohmu bertemu Yang Esa

Tangan dicelup di bejana air
Kau sapu di muka mengurangkan pedih
Beralun zikir menutur kasih
Pada umat dan akhirat

Dan tibalah waktu ajal bertamu
Penuh ketenangan jiwamu berlalu
Linangan air mata syahdu
Iringi pemergianmu

Oh sukarnya untuk umat menerima
Bahkan payah untuk Umar mempercaya
Tetapi iman merelakan jua
Bahawa manusia kan mati akhirnya

Tak terlafaz kata mengungkap hiba
Gerhanalah seluruh semesta
Walaupun kau telah tiada
Bersemarak cintamu selamanya

Ya Rasulullah
Kau tinggalkan kami warisan yang abadi
Dan bersaksilah sesungguhnya
Kami merinduimu

[Pemergianmu, In Team]

 

Ya Allah, hadirkan dia di hatiku~

Nov 3, 2009

Sunnah Berjuang

Yang namanya perjuangan itu tidak pernah sepi dari jerih dan payah, tidak pernah lekang dari sebuah pengorbanan dan kesabaran. Tidak dapat tidak, ia mesti dilalui dengan sebuah tekad dan kesugguhan. Sahabat, inilah medan perjuangan kita..!

SUNNAH BERJUANG

Berjuang menempah susah
Menanggung derita menongkah fitnah
Itulah gelombang hidup samudera duka
Seorang mujahid membela tauhid

Dipisah dia berkelana
Dibelenggu dia uzlah menagih mehnah
Namun jiwa tetap mara memburu cita
Membara demi Allah dan rasulNya

Berjuang tak pernah senang
Ombak derita tiada henti
Tenang resah silih berganti
Inilah sunnah orang berjuang

Malamnya bagai rahib merintih sayu
Dihiris dosa air mata
Siangnya bagaikan singa dirimba
Memerah keringat mencurah tenaga

Sudah sunnah berjuang..
Ke jalan Allah..

Berjuang memang pahit
Kerana syurga itu manis
Bukan sedikit mahar yang perlu di bayar
Bukan sedikit pedih yang ditagih

Berjuang ertinya terkorban
Rela terhina kerna kebenaran
Antara dua jadi pilihan
Dunia yang fana atau syurga


[sebuah nasyid lama yang diberi nafas baru]

Aug 2, 2009

Musafir Kelana

Musafir Kelana by Rabbani
Berjalan bermusafirlah
Melihat keagungan Allah
Meninjau menitilah
Rahsia ciptaan Allah
Ziarahilah makam kekasih Allah
Kenangilah Rasulullah
Bangunkan jiwa jihad Islami
Semangat syuhada ilahi
Marilah bermusafir
Laksanakan tuntutan jiwa
Bermusafir berkelana
Luaskan pandangan saujana
Bermusafir berkelana
Kenal Tuhan Maha Pencipta
Berbekal keimanan
Penyuluh disempanjang jalan
Mengharap keredaan
Doa menjadi kelaziman
Penat lelah mainan safar
Tempuhi ranjau banyak bersabar
Letih lesu tidak menentu
Syurga menjadi idaman kalbu



Kubu Qaitbay, Alexanderia
Lembu Samiri
[Thaha : 85-98 dan al-A'raf : 148-154]

Masjid Fatah, Zagazig


Pantai 'Ajiba



Tasik Garam

Toba : Sempadan 3 negara (Mesir, Palestin, Jordan)


Tanjung Bayang, Makassar
Air Terjun Bantimurung, Kabupaten Maros

Pelabuhan Tanjung Bira, Bulukumba


Tanjung Bira, Bulukumba



Resepsi pernikahan budaya Bugis-Makassar


Suasana malam di Jakarta Barat


Senayan City, Jakarta


Grasmere, UK




Tower Bridge




"Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami membangunnya dan menghiasinya, dan tidak terdapat retak-retak sedikitpun? Dan bumi yang Kami hamparkan dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kukuh, dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah, untuk menjadi pengajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali (tunduk kepada Allah). Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohon yang rindang dan biji-bijian yang dapat di panen, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan (air) itu negeri yang mati (tandus). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur)"
[50:6-11]



May 13, 2009

Sebuah Pertemuan


Ketika diri mencari sinar
Secebis cahaya menerangi laluan
Ada kalanya langkahku tersasar
Tersungkur di lembah kegelapan
Bagaikan terdengar bisikan rindu
Mengalun kalimah menyapa keinsafan
Kehadiranmu menyentuh kalbu
Menyalakan obor pengharapan
Tika ku kealpaan
Kau bisikkan bicara keinsafan
Kau beri kekuatan
Tika aku diuji dengan dugaan
Saat ku kehilangan keyakinan
Kau nyalakan harapan
Saat ku meragukan keampunan Tuhan
Kau katakan rahmat-Nya mengatasi segala
Menitis airmataku keharuan
Kepada sebuah pertemuan
Kehadiranmu mendamaikan
Hati yang dahulu keresahan
Cinta yang semakin kesamaran
Kau gilap cahaya kebahagiaan
Tulus keikhlasan menjadi ikatan
Dengan restu kasih-Mu, oh Tuhan
Titisan air mata menyubur cinta
Dan rindu pun berbunga
Mekar tidak pernah layu
Damainya hati
Yang dulu resah keliru
Cintaku takkan pudar diuji dugaan
Mengharum dalam harapan
Moga kan kesampaian kepada Tuhan
Lantaran diri hamba kerdil dan hina
Syukur sungguh di hati ini
Dikurniakan teman sejati
Menunjuk jalan dekati-Nya
Tika diri dalam kebuntuan
Betapa aku menghargai
Kejujuran yang kau beri
Mengajarku mengenal erti
Cinta hakiki yang abadi
Tiada yang menjadi impian
Selain rahmat kasih-Mu Tuhan
Yang terbias pada ketulusan
Sekeping hati seorang insan
Bernama teman~


[UNIC]

Apr 11, 2008

Debu-debu dosa~

..Ke arah mana halanya..
..Bagi insan yang terleka..
..Mengejar nikmat dunia..
..Bagaikan hidup selamanya..
..Tak peduli dosa noda..
..Siksa azab neraka..
..Hidup jauh dari rahmatNya..
..Terpedaya pada dunia..
..Pentas ciptaan manusia..
..Terlupa pada segala..
..Mengikut nafsu semata..
..Membiar syaitan beraja..
..Di hati dan juga jiwa..
..Mengejar dunia penuh debu dosa..
..Teguhkanlah iman dalam diri..
..Moga dikau akan merasai..
..Betapa indah nikmat Illahi..
..Dan yakin kau akan di rahmati..
..Harus kau percaya dengan pasti ..
..Dunia tidak kekal abadi..
..Hanya menguji cekalnya hati..
..Sebagai khalifah yang sejati..
..Tak perlu kau meragui..
..Andai teguh keimananmu..
..Pasti fahamilah kau nanti..
..Di akhirat yang abadi..
hijjaz
* * * * * * *
Sungguh, diri ini sarat dengan dosa. Tepu dengan maksiat. Padat dengan kealpaan. Kurniakan aku ampunanMu Ya Rabb~